..secuil tentang sayaa..

Foto saya
hoooi, nama saya Aisha L. Tamara Jinki Setiawan Yong Dae, tp cukup panggil saya tamie. el juga boleh, ONEW apalagi, hehe. pecinta sepakbola, badminton, korea, novel, musik, SBY, daan segala sesuatu yg asik, seru, serta menyenangkan. yup, sekian ^^

..baca..

..baca..
Aerial by Sitta Karina

..ngupingin..

..ngupingin..
Ring Ding Dong by SHINee

27 September 2009

Proyek Dadakan ~ Hyun-In's Story

Huwaaaaaaa! Soooo exited to finishing this project!!! *lagi-lagi sok iye dalam berbahasa* Saya lagi bikin sebuah serial, yang digabung sama serial bikinan temen saya, Ai, berdasarkan percakapan super duper ngayal tingkat tinggi di sini dan di sini. Kalau serial Ai yang sebelumnya dan punya Anna pakai set Jepang, serial saya sama Ai yang sekarang set-nya Korea. Huwaaaa, tentu sajaaa didukung oleh kecintaan kami berdua pada para suami, KIM JONGHYUN dan LEE JINKI!!! *big applause*

Judulnya, NGGAK TAU. Kenapa nggak tau? Karena saya bingung ngasih judul apa. Kalau saya tau, sudah saya judulin dari dulu *yaiyalah, odoong!*. Tapi kalau cerita nggak dikasih judul kan bagaikan makan bakso tanpa mangkok, betul? Jadi saya kasih judul sementara, umm.. Hyun-In's Story, berhubung nama tokoh utamanya Hyun-In! http://emo.huhiho.com

Inilah cuplikan ceritanya~

"Kalau aku tidak bisa memiliki Hyun-In, maka kamu juga tidak..." desis Rae-Soo sambil menghunuskan sebilah pisau di hadapan Rae-Ri. Tubuhku menegang. Ya Tuhan!

"Ini adalah cara terakhir untuk mengenyahkanmu dari dunia ini, untuk menyingkirkan satu-satunya penghalang antara aku dan Hyun-In!!!" Rae-Soo mendekatkan pisau itu, hanya beberapa senti di depan hidung Rae-Ri.

"Kamu memang lelaki sempurna, Rae-Ri," ujar Rae-Soo sambil tersenyum kecil, senyum yang penuh luka, "tapi sayangnya kamu harus mati..." dalam hitungan detik, pisau itu mengarah cepat ke arah Rae-Ri. Aku ingin menjerit tapi lidahku kelu, suaraku tercekat. Aku menggenggam erat tangan Soo-Ki disampingku, berharap dengan itu waktu bisa terhenti dan aku sempat menarik Rae-Ri pergi dari situ!

Rae-Ri sanggup menangkis serangan Rae-Soo, tapi tidak lama. Rae-Soo berhasil melumpuhkan Rae-Ri untuk kesekian kalinya dalam pergelutan ini, dan kali ini Rae-Ri terdesak. "Staminanya tidak terlalu baik setelah kejadian kemarin," desah Ha-Ae cemas. "Lukanya belum sembuh. Aku khawatir dia tidak bisa bertahan..."

Kalimat itu sudah cukup untuk membuat petir serasa menyambar kepalaku. Tidak, aku tidak akan membiarkan Rae-Ri mati! Aku menoleh ke arah kejadian. Rae-Ri kali ini sudah benar-benar tidak berdaya. Hatiku hancur melihatnya. Air mataku mengalir deras... Ya Tuhan, aku tidak sanggup melihatnya dalam keadaan seperti ini...

Tanpa pikir panjang aku berlari sekencang yang aku bisa, memeluk Rae-Ri tepat pada waktunya. Saat itu pisau di tangan Rae-Soo ditusukkan ke perutku. Ya, karena aku berada tepat di depan Rae-Ri dan terlambat bagi Rae-Soo menghentikan gerakannya. Aku merasakan perih yang amat sangat di bagian kanan perutku, kemudian cairan hangat merembes ke bajuku. Aku sempat menyentuhnya. Cairan berwarna merah pekat. Ini... darahku?

Rae-Ri meletakkan tubuhku di pangkuannya dan berteriak memanggil namaku. Lalu ada suara tangis yang pecah perlahan. Suara ketiga abangku dan pukulan-pukulan. Suara Rae-Soo--kalau aku tidak salah dengar. Teriakan-teriakan memanggil namaku. Siapa saja mereka, aku tak bisa mengenalinya. Mataku berat. Aku merasakan guncangan perlahan sebelum semuanya gelap..



Yah, ini sih bagian yang paling dramatis, hehehe. Saya ikutan ngerasa sakit juga, secara saya pakai kata ganti orang pertama, bukan ketiga seperti yang biasa saya lakukan. Okeh, sekian aja deh dari saya. Makasih, ditunggu komennya. Wassalam~ http://emo.huhiho.com

7 komentar:

  1. HAHAHAHAHAHAAHAHAHA HEBAAAT!!
    buset kok sekalinya jebret bagian tengah sadis amat sih sis?!

    BalasHapus
  2. hehe, aku pengen nyobain ada adegan sadisnya gini, tapi ya ampun.. ternyata mengocok emosiku sendiri. aku sampe panas dingin pas ngetiknya!

    BalasHapus
  3. wa ! ada bagian berantemnya ya? aku ga buat kea gini, gimana dong?? eh, iya, maph ya, baru bisa komen sekarang. semalem internetku mati~

    BalasHapus
  4. ne, santai sajaaa Hye-Soo :)
    ini bagian yg tamie bikin sendiri, kok!
    gampanglah, utak atik dikit, jadiii!

    BalasHapus
  5. oh, ok!
    hm ... kapan ya, aku post ke blogku ?? *mikir. mikiiiiir .... yaelah lama amat mikirnya*

    BalasHapus
  6. lanjut mie, saya suka kesadisanmu

    BalasHapus
  7. terimakasih nina :')
    akan saya lanjutkan dengan yang lebih SADIS
    *tapi asa ngeri ngetiknya, nin...*

    BalasHapus

makasih yg udah mau nyasar eh, mampir kesini.. makasih juga buat komentarnya, jgn bosen-bosen yaa :D

..kunjungan para tetangga..